Wednesday, June 10, 2015

Penting Koordinasi & Dokumentasi

Hari ini, rabu 10 juni 2015 adalah hari yang begitu "berat" buat saya, sebagai seorang project controller di sebuah main contractor yang bergerak di bidang telekomunikasi adalah suatu hal yang biasa jika setiap hari memperoleh wejangan-wejangan dari customer mulai dari yang konstruktif sampai dengan yang membuat kepala jadi pusing tujuh keliling.

Komunikasi dan koordinasi seperti yang sudah-sudah adalah menu harian buat saya, bermodalkan smartphone lowend dan telp kantor, juga fasilitas wifi untuk koordinasi menggunakan email, kegiatan tersebut adalah sesuatu yang hukumnya wajib dijalani. Karena target yang semakin dekat dengan deadline dari customer, koordinasi langsung (direct) dengan vendor atau kontraktor dilapangan menjadi menu tambahan wajib dilakukan. Sore ini singkat cerita akhirnya saya terpaksa menghubungi salah satu PIC (person in charge) dari sebuah kontaktor untuk area Medan-Aceh, dengan gaya Medannya orang tersebut mencoba melobi saya karena sudah menjadi rahasia umum di perusahaan saya ini memiliki cara kerja dan komitmen yang nilainya dapat dikatakan buruk. dari komunikasi yang terjadi lama-kelamaan memancing emosi saya, kesabaran saya yang selama ini slalu di tahan jika berkoordinasi dengan PIC ini, malam ini pecah.. tidak dapat terbendung lagi, orang tersebut dengan segala macam alasan berkata bahwa apa yang sudah saya minta sebelumnya sudah dipenuhinya sejak lama, namun menurut saya itu belumlah terjadi.obrolan panjang khas ala orang lapangan pun berlanjut dengan teleconference dengan PIC lainnya yang terkait.

Setelah panjang lebar berkomunikasi dan berkoordinasi namun akhirnya tidak juga menemukan kesalahan ada dimana, namun saya mencoba menengahi karena semakin dalam perdebatan semakin hilang pula objektifitas dalam menilai atau melihat suatu permasalahan.

Beberapa saat setelah perdebatan yang sengit dan cukup menyita pikiran itu berakhir, saya putuskan untuk menghubungi orang lain dalam hal ini PIC internal di perusahaan saya yang memang berkantor di Medan, usut punya usut ternyata permasalahannya adalah cara komunikasi dan koordinasi yang salah, Informasi, dokumen dan segalanya dalam project yang sedang berjalan tidak tersampaikan dengan apik karena menggunakan media-media verbal seperti telpon dan interaksi langsung tanpa dokumentasi yang jelas.tidak ada yang bisa di salahkan dan tidak pula yang dapat menyalahkan.

kesimpulan, apapun pekerjaan kita apapun posisi kita kerjakan semaksimal mungkin yang di minta oleh customer, dokumentasikan segala pekerjaan, dan jangan lupa komunikasikan dan koordinasikan selalu dengan pihak pihak terkait.